Memilih Asuransi Kesehatan

64
Gbr: Ilustrasi

 

Kesehatan merupakan salah satu aset penting sekaligus kunci kebahagiaan hidup seseorang. Untuk menjaganya, pola hidup sehat perlu diterapkan secara berkesinambungan. Terkait hal ini, perusahaan asuransi PT Axa Mandiri Financial Services (Axa Mandiri) berinisiatif mengajak masyarakat untuk menerapkan gaya hidup sehat secara berkesinambungan melalui sebuah program bertajuk Axa Mandiri Fit Nation. Ajakan ini diwujudkan dengan cara menyediakan informasi seputar makanan sehat, tip dari ahli kesehatan, hingga olahraga masa kini yang tidak hanya membuat tubuh bugar tetapi memiliki manfaat sosial.

Menurut Director of In-Branch Channel Axa Mandiri, Tisye Dyah Retnojati, masyarakat Indonesia sudah semakin paham mengenai manfaat olahraga dan menjadikannya sebagai gaya hidup. Ia berharap, kegiatan yang dikampanyekan melalui program Fit Nation dapat menginspirasi masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan demi merencanakan secara lebih terhadap kesejahteraan orang-orang yang mereka cintai, termasuk juga merencanakan asuransi kesehatan untuk mengantisipasi biaya tak terduga di kemudian hari jika mengalami suatu penyakit dan membutuhkan biaya pengobatan yang tidak sedikit jumlahnya.

“Dengan kesehatan, masyarakat akan mampu memenuhi kebutuhan hidupnya saat ini. Di waktu yang sama, mereka juga dapat merencanakan masa depan,” jelas Tisye.

Memilih asuransi kesehatan

Pentingnya perencanaan asuransi kesehatan tidak terlepas dari masalah kesehatan yang dapat timbul kapan saja dan bisa terjadi di segala usia, sementara biaya perawatan kesehatan semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Menurut berbagai literatur, ada beberapa aspek yang perlu dipertimbangkan dalam memilih layanan asuransi kesehatan.

  • Prioritaskan rawat inap

Biaya kesehatan mencakup rawat jalan dan rawat inap. Sebaiknya fokuskan pada asuransi yang menanggung biaya rawat inap karena perawatan ini yang menuntut biaya paling besar. Jika memiliki uang lebih, bisa mengambil tambahan asuransi rawat jalan.

  • Sesuaikan premi dengan kemampuan

Tingginya plafon berbanding lurus dengan besarnya premi. Makin mahal harga kamar rumah sakit, makin mahal preminya. Untuk itu sesuaikan premi dengan kemampuan agar tak memberatkan keuangan.

  • Asuransi kesehatan murni

Pilih asuransi kesehatan yang berdiri sendiri, bukan merupakan unit-link. Dalam unit-link, premi akan dibagi untuk asuransi jiwa, investasi, dan asuransi kesehatan. Porsi untuk kesehatan menjadi kecil, sehingga Anda harus membayar lebih mahal untuk mendapatkan plafon lebih tinggi. Belum lagi, sejumlah potongan biaya unit-link yang jumlahnya tidak kecil dan makin mengurangi premi kesehatan.

  • Tanpa limit per perawatan

Pada umumnya, asuransi menerapkan dua jenis limit atau plafon yang membatasi jumlah maksimum klaim biaya kesehatan, yakni limit gabungan semua perawatan dan limit per perawatan. Misalnya, limit pertama membatasi gabungan semua biaya perawatan Rp 250 juta dalam setahun, sementara limit kedua membatasi biaya perawatan bedah Rp 10 juta setahun, biaya konsultasi Rp 10 juta setahun dan seterusnya. Pilih asuransi yang tidak membatasi biaya per perawatan agar pemegang polis fleksibel berobat berbagai perawatan selama limit total masih ada.

  • Nontunai

Dengan sistem cashless (nontunai), penggantian klaim menjadi lebih mudah. Saat masuk rumah sakit, penyelesaian tagihan cukup dengan menggesek kartu asuransi. Tidak perlu bayar dimuka, yang kemudian masih harus reimburse ke asuransi. Namun, pola ini mensyaratkan rumah sakit sudah bekerja sama dengan pihak asuransi karena rumah sakit harus memiliki dan memasang mesin untuk menggesek kartu asuransi. Jika tidak kerja sama, meskipun asuransi memiliki sistem klaim cashless, maka pembayaran tetap harus dilakukan di muka dan kemudian menyelesaikan dengan reimbursemen.

  • Jaringan rumah sakit luas

Klaim nontunai tidak dapat dilakukan di rumah sakit yang tidak memiliki kerja sama dengan asuransi. Karena itu, pilih asuransi yang memiliki jaringan kerja sama dengan banyak rumah sakit.

  • Hindari mengambil asuransi kesehatan via telepon

Banyak informasi yang tidak bisa disampaikan secara rinci jika penawaran dilakukan melalui telepon. Sebaiknya minta nomor kontak pihak asuransi yang nanti bisa dihubungi.

  • Masa tunggu penyakit

Asuransi kesehatan mensyaratkan masa tunggu. Beberapa penyakit tidak dapat diklaim selama jangka waktu tertentu sejak tanggal masa berlaku asuransi. Tanyakan ke pihak asuransi penyakit apa yang masuk masa tunggu dan berapa lama.

“Sebaiknya fokuskan pada asuransi yang menanggung biaya rawat inap karena perawatan ini berbiaya paling besar.”- Novita Hifni

LEAVE A REPLY