Napas Buatan Nadine Untuk Rupiah di Raja Ampat

498

Terletak di jantung pusat segitiga karang dunia (coral triangle), Raja Ampat menjadi tempat hidup beragam spesies unik, hamparan hutan mangrove, dan pantai tebingberbatu yang membentang indah. Raja Ampat adalah salah satu dari sepuluh perairan terbaik di dunia untuk menyelam. “Pengalaman mengeksplorasi Raja Ampat adalah pengalaman yang sulit terlupakan bagi saya.”: Ungkap Nadine dengan mata berbinar. “Saat menyelam kita ditemani pari manta yang jinak. Bergeser sedikit, kami disambut kumpulan tuna, giant trevally, dan snapper.” Imbuhnya. Dia mengingatkan kepada masyarakat Indonesia jangan sampai terlewatkan menikmati surge dunia yang bernama Raja Ampat ini.

Melihat besarnya potensi wisata di sana, Nadine dengan dukungan keluarga mendirikan Raja Ampat Dive Resort, tahun 2012. Ia dibantu orang tua dan kedua adiknya yang kembar, Marcel dan Mischa. “Aku bagian Promosi, Marcel dan Mischa sebagai staf pemasaran, dan papaku yang memantau lokasi.” Katanya. Ia membuka bisnis ini, salah satunya juga karena keprihatinan. Raja Ampat lebih banyak dikunjungi wisatawasn asing. Saking banyaknya wisatawan asing, transaksi di sanapun banyak menggunakan US $ dan Euro, dan ini menjadi salah satu alas an kenapa wisata ke Raja Ampat jadi begitu mahal. Nadine sedih, mengapa rakyat Indonesia menikmati wisata dinegerinya sendiri mahal. “sangat disayangkan, kekayaan kita sendiri malah lebih banyak dieksplorasi luar negeri,” begitu sesalnya.

Belajar dari situasi itu, iapun menerapkan peraturan khusus dalam mengelola manajemen bisnis penginapannya, dalam bertransaksi wajib menggunakan rupiah. Cara ini dilakukan untuk memberikan kemudahan bertransaksi bagi wisatawan local. “Mahal atau tidak itu bergantung bagaimana kita mengaturnya.” Katanya. Oleh karenanya wajar ia berani membedakan harga untuk wisatawan asing dan lokal. Paling tidak usaha Nadine sedikitnya menjadi napas buatan bagi rupiah, yang dibuat tak berdaya oleh mata uang asing khususnya Dollar dan Euro tersebut. Untuk menggerakkan ekonomi lokal Nadine juga menggunakan konsep eco-resort. Pemilihan bahan material untuk resortnya didominasi kayu. Resort di sana tidak menggunakan semen agar pada saat kontrak selesai, bahan-bahan material tersebut dapat diurai lagi oleh alam, berbeda bila menggunakan bahan dasar semen.

Agar kita bisa Berjaya di negeri sendiri, tidak hanya promosi yang diperlukan. Satu hal lagi yang utama adalah kearifan lokal dari budaya dan adat istiadat se tempat. Di sinilah perlunya peran pemerintah, bagai infrastruktur pendidikan dapat menjadi cagar budaya yang tangguh. Satu hal lagi adalah energy yang ramah lingkungan. Kalau kita bisa memberikan ini kepada dunia, maka pariwisata akan menjadi salah satu sektor penggerak utama perekonomian bangsa. Nadine berharap ada bagian pajak yang dapat digunakan untuk paling tidak membangun prototype pembangunan budaya dan energy ramah lingkungan untuk kepentingan pariwisata.

LEAVE A REPLY