Pacu UMKM “IPO” di Pasar Modal

112
Foto : Ilustrasi

Melalui penawaran saham perdana di pasar modal, pelaku UMKM bisa memperoleh akses permodalan baru.

Sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia memiliki peluang bisnis yang besar untuk terus berkembang. Namun, sulitnya memperoleh akses permodalan masih kerap menjadi kelemahan bagi pelaku UMKM.

Salah satu sumber permodalan yang bisa dimanfaatkan oleh pengusaha UMKM dalam mengembangkan bisnisnya adalah dari pasar modal. Sayangnya, saat ini belum banyak pelaku UMKM yang mengenal dan paham tentang pasar modal.

“Prospek bisnisnya sangat banyak, seperti di sektor kuliner dan perjalanan. Hal ini yang mendorong kami di Kadin terus melakukan edukasi agar pelaku UMKM bisa mengerti lebih rinci tentang mekanisme di pasar modal,” kata Ketua Pokja IPO UMKM Kadin Indonesia, Sharmila di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (7/8).

Menurutnya, pengusaha UMKM dapat memiliki peluang lebih besar dalam mendapatkan akses permodalan baru untuk mengembangkan usahanya melalui mekanisme initial public offering (IPO) atau penawaran saham perdana di pasar modal. IPO adalah saham suatu perusahaan yang pertama kali dilepas untuk ditawarkan atau dijual ke masyarakat.

Untuk memperoleh pendanaan di pasar modal, pelaku UMKM perlu menyiapkan rencana bisnis yang matang dan mengetahui momentum yang tepat serta menyiapkan waktu dan biaya untuk menawarkan saham perusahaannya.

“Potensinya luar biasa. Jika masuk pasar modal, maka dari sisi modal dan profit meningkat, kinerja bisnisnya ikut terpacu sehingga menciptakan banyak lapangan kerja,” paparnya.

Persyaratan “IPO”

Ia mengingatkan berbagai tantangan untuk bisa masuk ke pasar modal, yakni para pelaku UMKM harus mengelola bisnisnya secara baik mulai dari aspek manajemen, keuangan, pemasaran, hingga peningkatan sumber daya manusia.

Saat ini dari sekitar 26.000 UMKM yang berada dalam binaan Kadin Indonesia, hanya tiga yang sudah siap IPO. Ketiga UMKM ini bergerak di sektor kuliner, seperti pembuatan keripik dan sambal. Ketiganya sudah memenuhi syarat untuk melakukan IPO dengan aset lebih dari Rp10 miliar, bahkan ada yang mencapai Rp 50 miliar.

“Ini yang kita terus dorong lewat sosialisasi tentang pasar modal agar minat pelaku UMKM untuk masuk pasar modal bertambah,” urai Sharmila.

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan segera merealisasikan program pembinaan UMKM yang akan masuk ke pasar modal bersama Kadin Indonesia pada semester I tahun 2017 ini. Ada sejumlah persyaratan yang harus dilengkapi oleh pelaku UMKM yang berminat mencari sumber dana dari pasar modal. Direktur Pengembangan BEI, Nicky Hogan mengatakan, secara administrasi UMKM harus patuh pajak dan legalitas.

“Untuk itu pelaku UMKM masih perlu bimbingan sebelum diikutsertakan dalam inkubator dan nanti dicarikan mitra bisnis agar permodalannya semakin kuat,” jelas Nicky. –Novita Hifni

 

LEAVE A REPLY